0

Maafku, Padamu

Labels: , ,

Jika permintaan maaf hanya diucapkan ketika Bulan Ramadhan atau Lebaran tiba, apa yang terjadi dengan 11 bulan lainnya? Atau dengan 364 hari lainnya dalam setahun? Apakah kita tak perlu meminta maaf dihari-hari yang lain itu? Tentu tidak kan? Saya berbicara seperti ini bukan karena saya terlambat mempostingkan permintaan maaf di bulan Ramadhan, tapi, saya hanya ingin memberikan penjelasan, bahwa kita pun tetap harus meminta maaf-apalagi jika berbuat salah-di hari-hari biasa, baik itu sebelum maupun setelah Ramadhan.
Cobalah lihat di serial TV Bajaj Bajuri, dimana ada tokoh bernama Mpok Minah yang selalu mengucap kata "Maaf" di awal setiap kalimat yang ia ucapkan, betapa indah lucu tutur katanya. Untuk itu, meski Ramadhan telah terlewat, saya ingin mengucapkan Mohon Maaf Lahir dan Batin meski bukan Selamat Idul Fitri 1431 H. Taqobalallahu minna wa minkum.

Pertama, kumohonkan maafku pada Yang Maha Mulia Allah Subhannahu wata'ala, atas seringnya aku lalai mematuhi perintahmu, atas betapa besarnya dosaku pada-Mu. Dan bagi Nabi Besar Muhammad Salallahualaihi wassalam, atas besarnya rasa kasih sayangmu pada umatmu dan betapa kecil pengorbanan yang telah kulakukan untukmu.

Kedua, permintaan maafku, bagi seseorang yang istimewa di hatiku, spesial di hariku, wanita yang sedia dan setia di sampingku, menjalani hidupnya bersamaku, bahagia bersamaku, bersedih bersamaku, menasehati di saat aku salah, dan tersakiti karenaku. Maaf, bila aku sering berbuat salah padamu.

Ketiga, untuk mamah, wanita yang rasa sayangnya seluas samudra, selalu merawat dan menyayangi sejak aku kecil hingga sekarang, meski kadang ku berbuat salah padanya, menyakiti dirinya. Untuk bapak, panutanku, penuntunku, pemberi jiwa lelaki dan pemberani yang mengalir dalam darahku, yang tak pernah lelah memberi nafkah bagi keluarganya. Untuk kakak, bidadari yang selalu berusaha ada disetiap aku membutuhkan bantuannya, bunga mekar yang siap mengharumkan nama keluarga, bangsa, dan agama. Dan untuk adikku, bocah kecil yang selalu mengisi tawa dan canda di hariku, lelaki polos dan tulus mencintai keluarganya.

Keempat, untuk teman, sahabat, pengajar, dan setiap jiwa yang kukenal dan mengenalku. Maaf atas setiap dzarah kesalahan yang pernah kubuat, aku hanyalah manusia yang bisa salah. Dan kebaikan jiwa kalian takkan pernah habis kurasakan. Semoga kalian selalu dalam lindungan selamat dan rahmat Allah SWT.

Maaf, hanya kata itu yang bisa kuungkapkan. Maaf, bila kuterlambat mengucapkannya. Dan, maaf, bukan maksud saya meniru Mpok Minah. Tapi, maaf, cuma mau minta maaf. ya Maaf..


Cimahi. Dari lubuk hati yang terdalam,
25 September 2010

0 comments:

Posting Komentar

Muhammad Nurrafli Dwi Santoso. Diberdayakan oleh Blogger.