0

Ini Pikiranku, Apa Pikiranmu?

Labels: ,

Hidup itu suatu proses dimana kita belajar dan menempa kemampuan kita untuk memilih, kan? Ya, disadari atau tidak, dalam hidup kita pasti dipertemukan dengan pilihan, entah itu mudah, atau sulit, dari mulai memilih celana dalam yang akan kita gunakan seharian, sampai motor siapa yang akan kita tebengin untuk pulang bareng. It's complicated. Dan dibalik pilihan yang kita buat, tentu ada suatu argumen yang melatarbelakangi dipilihnya sebuah pilihan itu oleh kita, kita menyebutnya alasan. Bermacam alasan bisa kita temukan di tiap inchi sel otak kita, istilah kerennya, jago ngeles. Istilah dalam buku Ejaan yang Disempurnakan, hubungan sebab-akibat.

Contoh: Celana warna apa yang akan saya pilih untuk digunakan hari ini? Saat itu di lemari hanya ada warna polkadot dan celana hitam jeans. Dan saya memilih: Celana warna polkadot. Mengapa saya memilih celana warna polkadot? Sebab saat itu hari lebaran. Akibatnya jika kita memilih warna polkadot adalah, kita menjadi pusat perhatian dan akan banyak yang menawari ketupat dan opor.

Ya itu contoh simpelnya, soal keakuratan kejadian diatas tidak dijamin benar 100%. Silakan dicoba, tapi resiko ditanggung sendiri.

Intinya, dalam menjalani sebuah kehidupan dimana kita harus memilih, kita juga harus menemukan (meski kadang muncul sendiri) alasannya.

Nah, pada tanggal 19 Januari 2012 yang lampau, sebuah web yang mungkin ditunggu remaja terutama siswa tahun terakhir di SMA termasuk saya, timbul ke permukaan, snmptn.ac.id. Sebuah web yang berisi info tentang penerimaan mahasiswa baru di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia, disitu dijelaskan bahwa Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) itu terbagi dalam dua jalur; Jalur undangan berdasarkan penjaringan prestasi akademik, serta Jalur ujian tertulis dan keterampilan. Disitu pun diinformasikan tentang Perguruan tinggi, Program studi (prodi) atau jurusan, dan peminat prodi tersebut tahun lalu serta daya tampung mahasiswa untuk tahun ini. Dan untuk kesekian kalinya, hidup itu pilihan, kawan. Bagi saya dan mungkin seluruh siswa SMA kelas XII yang memiliki cita-cita meneruskan pendidikan ke tingkat perguruan tinggi negeri, kita diharuskan memilih, lewat jalur mana kita akan berjuang, perguruan tinggi mana yang ingin kita jadikan sumber ilmu berikutnya, dan jurusan atau program studi apa yang kelak akan kita kuasai guna menempuh kehidupan yang sebenarnya?

Yang pasti, menurut saya, saat kita membuka web tersebut dan menjelajah isinya, kita akan mendadak galau dan menjadi lebih saleh/salehah.

Saya, sebelum web tersebut dibuka sudah memilih dan menentukan jalur, PTN, dan prodi apa yang akan saya usahakan untuk saya raih. Memang, menetapkan suatu pilihan itu ada prosesnya dan tidak mudah. Berbagai pilihan, tekanan, pengalaman, referensi, rekomendasi, koalisi, dan konstipasi, akan datang bertubi-tubi (iya, konstipasi). Dan semua itu akan membentuk kita menjadi seseorang yang bisa memilih mana yang terbaik bagi kita. Satu yang harus diingat, manusia hanya bisa merencanakan, Allah yang menentukan.

Untuk pemilihan jalur SNMPTN, kita bisa melihat dari nilai prestasi akademik kita di SMA dari semester 1 hingga semester 5. Jika nilai kita impoten, eh, konsisten berada di peringkat yang tinggi, maka kita bisa mengikuti jalur undangan (untuk lebih lengkapnya bisa dilihat di sini), tapi jika nilai kita tidak konsisten berada di peringkat yang tinggi atau bahkan konsisten di bawah, bersiaplah mengikuti dan menghadapi jalur ujian tertulis (untuk lebih lengkapnya bisa dilihat di sini). Saya? Berhubung bukan seorang yang mengedepankan nilai prestasi akademik di sekolah (-_-) otomatis saya menyiapkan diri dan berjuang mati-matian di SNMPTN tertulis.

Untuk pemilihan perguruan tinggi yang kita inginkan untuk dapat mengenyam pendidikan disana, semua tergantung pemikiran dan pemahaman kita tentang perguruan tinggi itu sendiri, ada yang memilih PTN terkemuka di kota besar karena gengsi, ada yang memilih PTN di suatu daerah karena persaingannya tidak berat, ada yang memilih PTN terkemuka karena sadar kemampuan diri, ada yang memilih PTN di suatu daerah karena sadar kemampuan diri juga.. Tapi disini kita tidak bisa seenaknya men-judge sebuah PTN itu terkemuka atau tidak, bagus atau tidak, karena sekali lagi, semua tergantung pemikiran dan pemahaman kita tentang perguruan tinggi negeri. Saya? Saya tipikal seorang yang optimis, dan pemilihan PTN yang saya inginkan lebih kepada adanya kedekatan batin antara saya dan PTN yang saya inginkan. PTN ini tidak jauh dari rumah saya, dahulu, ayah saya merupakan almamater dari PTN ini, saya juga menyukai suasana kampusnya yang sejuk, rindang dengan banyak pohon bertebaran -dan warung makan yang juga bertebaran- satu lagi, jika berada di kampusnya saya merasa dirumah karena lokasinya yang dekat dengan sebuah Kebun Binatang. Ya, Institut Teknologi Bandung. ITB (untuk lebih lengkapnya bisa dilihat di sini)

Untuk pemilihan fakultas dan prodi atau program studi atau jurusan, kita diharuskan untuk membuka wawasan kita seluas mungkin dengan menyelipkan berbagai macam faktor seperti, kemampuan, biaya, efisiensi waktu, prospek kerja, cita-cita, dsb. Dan satu hal yang harus diperhatikan menurut saya, pemilihan prodi tidak bisa dilepaskan dari pemilihan PTN yang kita inginkan. Jangan memilih fakultas Kedokteran di PTN ITB, karena itu tidak ada. Dan juga harus membandingkan kualitas suatu jurusan/prodi di satu PTN dengan di PTN lain. Kalau ada yang lebih baik, kenapa tidak? Saya? Bagi saya, ada suatu kata-kata yang pernah diucapkan oleh kakak saya yang sulit untuk dilupakan, yaitu; dalam memilih fakultas dan prodi, utamakan keahlian, lalu keinginan, terakhir cita-cita. Bukan berarti cita-cita itu tidak penting, itu penting, sangat, tapi untuk apa kita memiliki cita-cita tapi kita tidak sadar kemampuan dan keahlian diri? Jika kita bercita-cita jadi Pilot tapi kita tidak ahli dalam aeronautika -meski sudah berusaha-, dan justru lihai mengemudikan perahu, kenapa tidak mencoba menjadi Kapten Bajak Laut? Itu misalnya. Tapi, saya berusaha mengembangkan perkataan kakak saya tersebut, bagaimana bila kita memilih fakultas dan prodi yang sesuai dengan keahlian, keinginan, dan cita-cita kita? Kalau bisa, kenapa tidak? Saya seorang (katakanlah) ahli menggambar, memiliki keinginan untuk membangun bangsa, dan bercita-cita menjadi astronot. Maka saya akan menjadi seorang arsitek yang membangun tempat tinggal megah di luar angkasa. Fakultas dan prodinya? Kembali ke pepatah dari kakak saya, saya memilih untuk mengembangkan keahlian dan kemampuan di bidang gambar dan bangun membangun, Arsitektur (untuk lebih lengkapnya bisa dilihat di sini), atau di ITB, Fakultas Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan. SAPPK (untuk lebih lengkapnya bisa dilihat di sini)

Menjadi seorang arsitektur, adalah hal yang telah tertanam di diri saya melalui berbagai macam proses pengolahan penggodokan kreativitas dan segala macam ide. Prospek kerja dari seorang lulusan arsitektur adalah seorang Konsultan Arsitektur, Kontraktor, Ahli peneliti dan pendidikan, juga Instansi pemerintahan seperti Dinas Pekerjaan Umum atau Badan Perencanaan Daerah. Tapi jujur, bagi saya bukan ini tujuan utama saya menjadi seorang Arsitek. Saya, adalah seorang yang tidak suka menjadi seorang bawahan atau karyawan, seorang arsitek berpotensi menjadi seorang wirausaha dan bahkan membuka lowongan pekerjaan bagi orang lain. Seorang arsitek, tidak harus memiliki gedung perkantoran, cukup dengan sebuah rumah yang sederhana dan nyaman, kita bisa bekerja. Seorang arsitek tidak memiliki jadwal kerja yang tetap, jadi, bisa saja suatu saat kita memiliki proyek misalkan berjangka waktu tiga tahun dengan dana ratusan juta rupiah, bisa juga kita vakum selama lima tahun tanpa satupun proyek. Bagaimana menyikapi penghasilan kita disaat tidak ada proyek? Sekali lagi, seorang arsitek berpotensi menjadi seorang wirausaha, bisnis rangka bangun dan bahan bangunan tentu akan memudahkan kinerja kita selaku arsitek dan menambah peluang mendapat penghasilan. Seorang arsitek juga berpotensi lebih dekat dengan keluarga karena waktu kerja yang tidak terjadwal, lebih bebas dan tidak berdasar pada aturan (kecuali aturan dari klien). Semua yang saya terangkan diatas tentu saja mendeskripsikan seorang arsitek yang sudah 'jadi', sudah mapan dan dikenal. Setiap hal membutuhkan proses, tidak hanya Arsitek, sebenarnya hampir semua jurusan/prodi berpotensi menjadi seorang wirausahawan, tergantung bagaimana kita mencari celah dan menjadikan hal kecil sebagai peluang berbisnis. Dari sebuah proses juga kita akan mengenal pengalaman, mengenal relasi, mengetahui ilmu yang tidak didapat saat di kuliah, dsb. Dan proses itu, bisa kita mulai dari semenjak kita masih di lingkungan mahasiswa kelak, bahkan dari saat kita masih disini, di SMA ini.

Ya, itu semua tentang saya, saya yang berbagi pemikiran, disadari atau tidak, (karena saya tidak sadar) itu adalah salah satu contoh penjabaran bahwa hidup itua adalah memilih dan menemukan alasan mengapa kita memilih pilihan tersebut. Dan saya harap dengan membaca diatas wawasan kita menjadi semakin luas, dari yang dulu hanya memilih celana dalam, kini memilih sebuah jurusan, dari yang dulu hanya memikirkan ketupat dan opor ayam, kini mulai memikirkan pekerjaan. Tidak ada kata terlalu cepat untuk memulai sesuatu, kan? 

Bagaimana dengan kalian? Kata-kata diatas bukanlah ajakan saya kepada kalian untuk menjadi arsitek (absolutely, not!), tapi ajakan, untuk membuat pilihan dan menemukan faktor atau alasan yang mendasari pilihan tersebut. Terutama pilihan dalam menentukan perguruan tinggi dan jurusan apa yang menurut kalian baik bagi kalian. Tentunya tidak semua siswa SMA ingin menjadi mahasiswa di perguruan tinggi negeri, tidak sedikit mereka yang memilih mengikuti Perguruan Tinggi Swasta, Perguruan Tinggi Kedinasan, langsung bekerja atau bahkan menikah. Semua tergantung kita, tentang perilaku, pemikiran, pemahaman dan kedewasaan kita. Ini pikiranku, apa pikiranmu? Satu lagi, jangan lupakan bahwa kita harus menyiapkan rencana lebih dari satu, rencana cadangan, katakanlah. Saya sendiri, meski optimis mengenai hal diatas, tetap berusaha dan memikirkan rencana lain. Karena seperti yang sudah disebutkan, kita hanya bisa merencanakan, Allah yang menentukan. Mulailah menempa kemampuan kita untuk memilih yang terbaik. Dan percayalah, seperti sebuah bangunan, kehidupan yang kuat dibangun dan disusun dari fondasi yang kuat pula. Keren..

CMIIW~

Tulisan ini didedikasikan untuk seluruh siswa SMA di Indonesia terutama siswa kelas XII yang akan mengikuti Ujian Nasional dan SNMPTN. Semoga lulus dengan hasil yang terbaik, dan diterima di Perguruan tinggi yang diinginkan. Amin.


Salam tempel


Calon Arsitek

NB: Doakan saya semoga diberi kelancaran dan kemudahan untuk lulus UN dan lolos SNMPTN ujian tertulis di perguruan tinggi yang diinginkan. Amin.

0
Labels: , , ,

 SMAN 2 Cimahi goes to djogdja! 110311
this, XI IPA 7 a.k.a tu7uh goes to djogdja

tu7uh in front of borobudur
this is...me and her =)

0

For The Rest of My Life

Labels: , ,

(By Maheer Zain)


I praise Allah for sending me you my love 
You found me home and sail with me 
And I`m here with you 
Now let me let you know 
You`ve opened my heart 
I was always thinking that love was wrong 
But everything was changed when you came along 
 
And theres a couple words I want to say 

For the rest of my life 
I`ll be with you 
I`ll stay by your side honest and true 
Till the end of my time 
I`ll be loving you.loving you 
For the rest of my life 
Thru days and night 
I`ll thank Allah for open my eyes 
Now and forever I...I`ll be there for you 

I know that deep in my heart 

I feel so blessed when I think of you 
And I ask Allah to bless all we do 
You`re my wife and my friend and my strength 
And I pray we`re together eternally 
Now I find myself so strong 
Everything changed when you came along


And theres a couple word I want to say


For the rest of my life 
I`ll be with you 
I`ll stay by your side honest and true 
Till the end of my time 
I`ll be loving you.loving you 
For the rest of my life 
Thru days and night 
I`ll thank Allah for open my eyes 
Now and forever I...I`ll be there for you



I know that deep in my heart now that you`re here 
Infront of me I strongly feel love 
And I have no doubt 
And I`m singing loud that I`ll love you eternally


For the rest of my life 
I`ll be with you 
I`ll stay by your side honest and true 
Till the end of my time 
I`ll be loving you.loving you 
For the rest of my life 
Thru days and night 
I`ll thank Allah for open my eyes 
Now and forever I...I`ll be there for you 


I know that deep in my heart..

Muhammad Nurrafli Dwi Santoso. Diberdayakan oleh Blogger.